Senin, 07 November 2011

Membuat Jurnal (tugas minggu ke-6)

BAB 4
Hasil dan pembahasan
  • Deskripsi/gambaran


Variabel X (kompensasi)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompensasi dengan indikator-indikator sebagai berikut : penerimaan, pengarahan, pencatatan, pengurusan, penyimpanan, penemuan kembali, peminjaman dan penyusutan/pemusnahan arsip


Bedasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan setuju penetapan gaji pokok. Hal ini menunjukan bahwa kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara memang sudah adil dan terbuka dalam penetapan gaji pokok.




Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa untuk pertanyaan tentang pemberian insetif kebanyakan responden menjawab setuju, artinya bahwa kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Utara memang sudah adil dan terbuka dalam pemberian insetif berdasarkan jumlah presentase tertentu.



Berdasarkan tabel 8 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan setuju artinya bahwa Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara memang sudah adil dan terbuka dalam pemberian insetif kepada pegawai yang tidak terlambat datang.




Berdasarkan Tabel 9 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan kurang setuju pegawai yang senior diberi libur apabila masa kerjanya lebih dari 4 tahun



Berdasarkan Tabel 10 dapat diketahui bahwa untuk pertanyaan tunjangan sosial yang diberikan kepegawai. Hal ini berarti sangat setuju pegawai diberikan tunjangan sosial.



Berdasarkan tabel 11 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menjawab sangat setuju. Hal ini dilakukan sebagai tanda bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Utara Memperhatikan para pegawainya dalam melaksanakan hari raya



Berdasarkan Tabel 12 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menjawab setuju pegawai selalu diberikan kesempatan mendapatkan kenaikan gaji. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja para pegawai di Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.



Berdasarkan Tabel 13 dapat diketahui bahwa mayoritas responden yang menyatakan sesuainya pemberian tunjangan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara sangat tidak setuju berjumlah 0 orang (0%), dilanjutkan dengan kurang setuju 0 orang (0%), tidak setuju 0 orang (0%), setuju 24 (60%) dan sangat setuju masing-masing berjumlah 16 orang (40%). Demi menunjang kelancaran para pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya perlu didukung pemberian tunjangan yang baik.







Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan setuju pegawai yang berprestasi akan mendapatkan bonus dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Hal ini dilakukan karena akan meningkatkan kinerja pegawai untuk selalu berprestasi.



Berdasarkan Tabel 15 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju mengenai jaminan kesehata/asuransi kecelakaan yang diberikan secara adil dan terbuka. Hal ini dilakukan untuk meringankan beban dari para pegawai untuk biaya kesehatan.



Variabel y (kepuasan kerja)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja dengan indikator- indikator sebagai selanjutnya indikator-indikator tersebut dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan.
Berikut ini akan disajikan jawaban responden terhadap variabel terikat dengan tabel distribusi frekuensi.



Berdasarkan Tabel 16 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan tidak setuju tentang seringnya ketidakhadiran pegawai ditempat . Hal ini dilakukan untuk melihat tingkat kepuasan kerja pegawai di Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.



Berdasarkan Tabel 17 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan setuju setiap pegawai melakukan hubungan yang harmonis walaupun berbeda jenis kerjanya.




Berdasarkan Tabel 18 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan setuju setiap pegawai melakukan hubungan yang harmonis walaupun berbeda jenis kerjanya.



Berdasarkan Tabel 19 dapat diketahui bahwa untuk pertanyaan tentang bersedia mengambil alih pekerjaan pegawai lain, meskipun itu bukan tanggung jawabnya menjawab setuju dan sangat setuju. Hal ini menunjukkan kerja sama antara pegawai ataupun team di Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara sangat baik.



Berdasarkan Tabel 20 dapat diketahui untuk pertanyaan tentang bersedia mengajari pegawai lain agar dapat lebih berkembang kebanyakan responden sangat setuju. Hal ini berarti pegawai sering atau saling membantu antara pegawai yang satu dengan yang lainnya.



Berdasarkan Tabel 21 dapat diketahui bahwa Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara juga melaksanakan pelatihan dan pendidikan. Hal ini dikarenakan agar pegawai dapat bias berkembang dan menambah ilmu pengetahuan



Berdasarkan Tabel 22 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan setuju tentang selalu mengalami ketentraman dalam bekerja di Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai sangat nyaman dan tentram dalam bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.




Berdasarkan Tabel 23 dapat diketahui bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju. Hal ini disebabkan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara memberikan kompensasi untuk membantu pegawai dalam memenuhi kebutuhan hidup.



  • Hasil penelitian

Variabel kompensasi X



Tabel di atas menunjukkan bahwa jawaban responden terhadap variabel bebas (X) yang berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 1 orang (2,5%), jawaban dengan kategori tinggi sebanyak 20 orang (50%), jawaban dengan kategori sedang sebanyak 19 orang (47,5%), sedangkan dengan jawaban kategori rendah dan sangat rendah tidak ada.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemberian kompensasi pada Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi. Ini berarti pemberian kompensasi tersebut sudah berjalan dengan baik.

Variabel kepuasan kerja Y



Tabel di atas menunjukkan bahwa jawaban responden terhadap variabel terikat (Y) yang berada pada kategori sangat tinggi sebanyak 5 orang (12,5%), jawaban dengan kategori tinggi sebanyak 34 orang (85%), jawaban dengan kategori sedang sebanyak 1 orang (2,5%), sedangkan dengan jawaban kategori rendah dan sangat rendah tidak ada.
Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi. Ini berarti para pegawai merasa puas bekerja di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.

Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai

Untuk mengetahui adanya hubungan antara dua variabel maka digunakan analisa korelasi. Dalam penelitian ini teknik analisa data yang digunakan terdiri dari
tiga tahap yaitu:

1. Koefisien Korelasi Product Moment

Untuk mengetahui adanya pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, maka penulis menggunakan rumus:












Dari hasil perhitungan diperoleh koefisien relasi yang positif sebesar 0,617 antara variabel bebas dan variabel terikat, dimana kenaikan variab yang satu akan abel diikuti dengan kenaikan variabel lainnya. Hubungan yang positif tersebut mengartikan bahwa jika kompensasi tinggi mak kepuasan kerja pegawai akan tiinggi pula. Selanjutnya koefisien korelasi tersebut dibandingkan dengan koefisien r-tabel. Pada koefisien korelasi product moment dengan taraf signifikan (5% untuk n=40), diperoleh nilai r-tabel = 0,312. Dengan ketentuan bila r-hitung lebih besar dari r-tabel,

maka hipotesis kerja diterima. Tetapi sebaliknya bila r-hitung lebih kecil dari r-tabel,maka hipotesis nol yang diterima.Dengan analisa tersebut dapat diketahui apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau tidak. Dan ternyata r-hitung (0,617) lebih besar dari r-tabel (0,312).Dengan demikian koefisien korelasi itu diterima atau hipotesis kerja diterima danhipotesis nol ditolak. Jadi terdapat pengaruh yang positif antara kompensasi terhadapkepuasan kerja pegawai. Dengan demikian korelasi 0,617 itu signifikan.
Selanjutnya untuk dapat memberikan interpretasi seberapa kuat hubungan
tersebut, maka digunakan pedoman berikut ini:



Berdasarkan tabel di atas, maka koefisien korelasi yang ditemukan sebesar 0,617 termasuk pada kategori KUAT. Jadi terdapat hubungan yang kuat antara kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara. Hubungan tersebut baru berlaku untuk 40 orang yang menjadi sampel. Untuk menguji signifikasi hubungan, yaitu apakah hubungan yang ditemukan itu berlaku untuk seluruh populasi yang berjumlah 194 orang, maka perlu diuji signifikasinya. Adapun uji signifikasi yang dimaksud diuji pada tahap berikutnya.

2. Uji Signifikasi

Untuk mengetahui signifikasi koefisien korelasi product moment di atas, maka akan diperiksa melalui uji-t dengan rumus:



Harga t-hitung selanjutnya dikonsultasikan dengan t-tabel. Untuk kesalahan 5% uji dua pihak dan dk = 40, maka diperoleh t-tabel = 2,021. Jadi t-hitung > t-tabel atau 4,83 > 2,021. Ho ditolak apabila nilai t-hitung lebih besar dari harga t-tabel (t- hitung > t-tabel), dan diterima bila harga t-hitung lebih kecil. Sesuai dengan ketentuan tersebut maka pernyataan Ho ditolak dan Ha diterima artinya hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh yang positif antara kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara sudah terbukti secara analisa statistik dari data yang dikumpulkan.

Jadi kesimpulannya koefisien korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 0,617 signifikan, artinya dapat digeneralisasikan pada seluruh populasi yang ada.

3. Koefisien Determinan

Cara ini dipergunakan untuk mengetahui berapa persen pengaruh variabel bebas yaitu kompensasi terhadap variabel terikat yaitu kepuasan kerja pegawai. Perhitungan dilakukan dengan cara mengkuadratkan nilai koefisien korelasi product moment (rXY) dan dikalikan dengan 100% dengan rumus sebagai berikut :



Dengan demikian dapat diartikan bahwa besarnya pengaruh variabel bebas yaitu kompensasi terhadap variabel terikat yaitu kepuasan kerja sebesar 38,07% yang berarti selebihnya yaitu 61,93% lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini.


  • Analisa Data


Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dari variabel bebas menunjukkan bahwa pemberian kompensasi pada kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 50% (tabel 37). Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kearsipan yang dilakukan pada kantor tersebut sudah berjalan dengan baik.

Dari penetapan gaji pokok dapat dilihat pada tabel 6, dimana persentase 72,5% menyatakan setuju. Sedangkan pemberian insentif pada table 7 sebesar 42,5% menyatakan sangat setuju. Hal ini dikarenakan gaji pokok yang ditetapkan dan insentif yang diberikan telah dilakukan dengan adil dan terbuka. Pemberian intensif juga dilakukan tepat waktu, hal ini dapat dilihat pada tabel 8 sebesar 50% responden menjawab sangat setuju.

Responden  sebesar 67,5% menyatakan kurang setuju terhadap pemberian libur kepada karyawan senior apabila masa kerjanya lebih dari 4 tahun. Hal ini dapat dilihat pada tabel 9. Namun, tunjangan sosial yang diberikan kepada pegawai dan

pemberian THR sudah baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 10 (67,5%) dan tabel 11 (55%) menyatakan sangat setuju. Pegawai selalu diberikan kesempatan mendapatkan kenaikan gaji yang dapat dilihat pada tabel 12 sebesar 58,5% responden menyatakan setuju. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja para pegawai.




Pada kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara tunjangan yang diberikan sudah sesuai dan bonus yang diberikan bagi karyawan yang berprestasi sudah baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 13 dan 14 dengan persentase rata-rata 60% menyatakan setuju. Jaminan kesehatan/asuransi kecelakaan yang diberikan kepada karyawan sudah cukup adil yang dapat dilihat pada tabel 15 sebesar 55% responden menyatakan sangat setuju. Hal ini dilakukan untuk meringakan beban karyawan dalam membiayai kesehatan.

Pada hasil penelitian terhadap variabel terikat menunjukkan bahwa kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 85% (tabel 38). Jika dilihat berdasarkan indikator yang telah ditentukan pada Bab I yang terdiri dari disiplin kerja, keinginan untuk maju dan kenyamanan dalam bekerja tidak mempunyai hambatan yang berarti.

Dari indikator disiplin kerja, terlihat bahwa pegawai telah memiliki kehadiran tepat waktu untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 16 bahwa sebanyak 21 responden (52,5%) menyatakan tidak setuju untuk seringnya ketidakhadiran pegawai di tempat. Ini menunjukkan bahwa pegawai telah memiliki kesadaran yang tinggi akan ketepatan waktu. Kemudian setiap karyawan menjalin hubungan yang harmonis walaupun walaupun berbeda jenis kerjanya dapat dilihat pada tabel 17 bahwa sebanyak 27 responden (67,5%) menyatakan setuju.

Dilihat dari indikator keinginan untuk maju, terlihat bahwa pegawai kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara memiliki tingkat keinginan untuk maju yang baik. Hal ini dapat dilihat pada tabel 18 bahwa sebanyak 24 responden (67,5%) menyatakan bersedia bekerja hingga selesai memakai jasa tanpa upah lembur. Karyawan juga bersedia mengambil alih pekerjaan karyawan lain, meskipun bukan tanggung jawabnya dapat dilihat pada tabel 19 bahwa sebanyak 20% responden (50%) menyatakan setuju. Ini menunjukkan pegawai di kantor tersebut umunya cekatan dan terampil dalam melaksanakan pekerjaan yang diberikan sehingga mampu menyelesaikan setiap pekerjaan kantor. Para karyawan bersedia mengajari karyawan lain agar dapat lebih berkembang. Hal ini dapat dilihat pada tabel 20 sebanyak 25 responden (62,5%) menyatakan sangat setuju. Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara juga melaksanakan pelatihan dan pendidikan dapat terlihat pada tabel 21 sebanyak 21 responden (52,5%) menyatakan sangat setuju. Hal ini dikarenakan agar pegawai dapat bias berkembang dan menambah ilmu pengetahuan.

Selanjutnya dari indikator kenyamanan dalam bekerja dapat dilihat pada tabel 22 terlihat bahwa pegawai sangat tentram dan nyaman dalam bekerja di Kantor Dinas Perhubungan. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang menyatakan sebanyak 23 orang (57,5%) menjawab setuju. Kemudian untuk kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kompensasi yang diberikan sudah terpenuhi. Hal ini dapat dilihat pada tabel 23 bahwa sebanyak 28 responden (70%) menyatakan sangat setuju.

Berdasarkan perhitungan koefisien korelasi product moment diperoleh hasil sebesar 0,617, dan nilai pada rtabel dengan tingkat taraf signifikan 5% untuk n=40 diperoleh nilai rtabel sebesar 0,312. Yang berarti bahwa hasilperhitungan koefisien korelasi product moment adalah lebih besar dari nilai rtabel (0,617>0,312). Sehingga hipotesa yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu terdapat pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara. Pengaruh pengelolaan kearsipan terhadap efisiensi kerja pegawai berada pada tingkat kuat atau mempunyai pengaruh yang positif, yang menunjukkan bahwa jika tingkat kompensasi tinggi/berjalan dengan baik, maka kepuasan kerja pegawai akan tinggi pula.

Dari hasil penelitian diperoleh koefisien determinan sebesar 38,07%, sedangkan selebihnya yaitu 61,93% lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.


BAB 5

  • KESIMPULAN


Berdasarkan analisa yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka penulis merumuskan kesimpulan sebagai berikut:
     1. Kompensasi pada Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara telah


berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang termasuk ke dalam kategori tinggi yaitu 20 orang atau 50%, yang ditunjukkan antara lain dari dapat ditemukannya pemberian kompensasi kepada pegawai dengan cepat dan tepat sehingga dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

2. Kepuasan kerja pegawai pada Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera

Utara sudah berjalan baik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang berada dalam kategori tinggi yaitu 34 orang atau 85%, yang ditunjukkan antara lain pegawai merasa nyaman dengan pekerjaannya sesuai dengan pekerjaan yang telah ditetapkan, demikian pula dengan hasilnya baik kuantitas maupun kualitas juga sudah sesuai dengan yang ditetapkan sehingga usaha pencapaian tujuan organisasi dapat dicapai dengan baik.

      3.Dari hasil analisa dengan menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh

r = 0,617. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai. Dan berdasarkan tabel ketepatan untuk pemberian interpretasi koefisien korelasi berada dalam kategori tinggi. Dengan demikian hipotesis yang menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif antara kompensasi terhadap kepuasan kerja pegawai, terbukti kebenarannya.
       Dari hasil perhitungan dengan menggunakan koefisien determinan hasilnya adalah

38,07%. Hal ini berarti kepuasan kerja pegawai dipengaruhi oleh kompensasi sebesar 38,07% sedangkan sisanya 61,93% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.




  • Saran

     1.Untuk lebih menjamin pemnberian kompensasi, sebaiknya Kantor Dinas

Perhubungan Provinsi Sumatera Utara menerapkan kompensasi secara elektronis disamping menggunakan kompensasi secara manual.

     2. Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara perlu melakukan suatu

program pendidikan dan pelatihan bagi pegawai untuk meningkatkan pengetahuan terutama dalam penggunaan komputer sehingga akan mempermudah pelaksanaan pekerjaan dalam rangka meningkatkan kepuasan kerja pegawai.

     3. Para pegawai harus selalu menyadari bahwa pemberian kompensasi merupakan

hadiah atau imbalan yang diberikan dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara apabila memiliki prestasi yang baik. 





sumber :
http://isjd.pdii.lipi.go.id/

NAMA : ANNAS LUKY. A
NPM     : 14209267
KELAS : 3EA11

Senin, 31 Oktober 2011

Membuat Jurnal (tugas minggu ke-5)

BAB 3

Metodologi penelitian
  • Data

Teknik pengumpulan data
Untuk memperoleh data atau informasi yang mendukung tujuan penelitian, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1.Teknik pengumpulan data primer

Adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara:
a)      kuesioner yaitu menyebarkan daftar pertanyaan tertelusi kepada pegawai yang menjadi respoden
b)      observasi yaitu pengumpulan data melalui pengamatan langsung ke lapangan yang berhubungan dengan masalah penelitian

2. Teknik pengumpulan data sekunder

Adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui studi dan bahan-bahan kepustakaan yang diperlukan untuk mendukung data primer. Penelitian ini dilakukan dengan cara:
a)      Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku, karya ilmiah, pendapat para ahli yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti
b)      Studi dokumenter yaitu pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan catatan-catatan tertulis yang ada di lokasi penelitian serta sumber-sumber lain yang menyangkut masalah yang diteliti dengan instansi terkait.





  • Eksplorasi data

Populasi
Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai pada kantor Dinas Perhubungan Propinsi sumatra utara yang berjumlah 194 orang.

Sampel





  • Variasi dan indikator

Teknik pengukuran skor atau nilai yang digunakan dalam penelitian ini adalah memakai skala likert untuk menilai jawaban kuesioner yang disebarkan kepada respoden. Adapun penentuan skor dari pernyataan yang ditentukan adalah:
1.       Untuk alternatif jawaban a diberi skor terendah                 1
2.       Untuk alternatif jawaban b diberi skor rendah                    2
3.       Untuk alternatif jawaban c diberi skor sedang                    3
4.       Untuk alternatif jawaban d diberi skor tinggi                       4
Kemudian untuk menentukan kategori jawaban respoden terhadap masing=masing alternatif apakah tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah terlebih dahulu ditentukan skala interval dengan cara sebagai berikut:


Dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden masing – masing variabel yaitu:
                Skor untuk kategori sangat rendah          =             1.00 - 1.80
                Skor untuk kategori rendah                     =             1.81 - 2.61
                Skor untuk katagori sedang                     =             2.62 - 3.42
                Skor untuk katagori tinggi                        =             3.43 - 4.23
                Skor untuk katagori sangat tinggi              =             4.25 – 5.00



  • Model penelitian

Teknik analisis data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif yang digunakan untuk menguji hubungan antara variabel bebas x (kompensasi) dengan variabel terikat y (kepuasan kerja) dengan menggunakan perhitungan statistik

  1. Koefisien korelasi product moment

Cara ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya dan besar kecilnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
Cara perhitungannya menggunakan rumus sebagai berikut : 


1.      


Keterangangan:
R = koefesien korelasi
X = variabel bebas
Y = variabel terikat
n = jumlah sampe


     2. Koefesien determinan

Koefisien determinan digunakan untuk mengetahui seberapa besar (presentase) pengaruh yang ditimbulkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Rumus yang digunakan sebagai berikut:



Keterangan:
D             = koefisien determinan
rxy          = koefisien korelasi product moment


       3. Uji signifikansi

Uji signifikansi adalah uji yang dilakukan untuk menetapkan hipotesa diterima atau ditolak. Uji signifikansi ini dilakukan terhadap hipotesis nol (Ho) yang berbunyi : “Tidak ada korelasi antara variabel X dengan variabel Y”, Ho ditolak apabila nilai t-hitung lebih besar dari harga t-tabel (t-hitung > t-tabel), dan diterima bila harga t-hitung lebih kecil dari harga t-tabel.



sumber :
http://isjd.pdii.lipi.go.id/

NAMA : ANNAS LUKY. A
NPM     : 14209267
KELAS : 3EA11

Selasa, 25 Oktober 2011

Membuat Jurnal (tugas minggu ke-4)

BAB 2
  • Landasan teori

A. kompensasi
Kompensasi adalah seluruh imbalan yang diterima karyawan atas hasil kerja karyawan tersebut pada organisasi. Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi / perusahaan tempat ia bekerja.
Perusahaan dalam memberikan kompensasi kepada para pekerja terlebih dahulu melakukan penghitungan kinerja dengan membuat sistem penilaian kinerja yang adil. Sistem tersebut umumnya berisi kriteria penilaian setiap pegawai yang ada misalnya mulai dari jumlah pekerjaan yang bisa diselesaikan, kecepatan kerja, komunikasi dengan pekerja lain, perilaku, pengetahuan atas pekerjaan, dan lain sebainya.
Para karyawan mungkin akan menghitung-hitung kinerja dan pengorbanan dirinya dengan kompensasi yang diterima. Apabila karyawan merasa tidak puas dengan kompensasi yang didapat, maka dia dapat mencoba mencari pekerjaan lain yang memberi kompensasi lebih baik. Hal itu cukup berbahaya bagi perusahaan apabila pesaing merekrut / membajak karyawan yang merasa tidak puas tersebut karena dapat membocorkan rahasia perusahaan / organisasi.
Kompensasi yang baik akan memberi beberapa efek positif pada organisasi / perusahaan sebagai berikut di bawah ini :
a. Mendapatkan karyawan berkualitas baik
b. Memacu pekerja untuk bekerja lebih giat dan meraih prestasi gemilang
c. Memikat pelamar kerja berkualitas dari lowongan kerja yang ada
d. Mudah dalam pelaksanaan dalam administrasi maupun aspek hukumnya
e. Memiliki keunggulan lebih dari pesaing / kompetitor
Macam-Macam / Jenis-Jenis Kompensasi Yang Diberikan Pada Karyawan :
1. Imbalan Ektrinsik
a. Imbalan ektrinsik yang berbentuk uang antara lain misalnya :
- gaji
- upah
- honor
- bonus
- komisi
- insentif
- upah, dll
b. Imbalan ektrinsik yang bentuknya sebagai benefit / tunjangan pelengkap contohnya seperti :
- uang cuti
- uang makan
- uang transportasi / antar jemput
- asuransi
- jamsostek / jaminan sosial tenaga kerja
- uang pensiun
- rekreasi
- beasiswa melanjutkan kuliah, dsb
2. Imbalan Intrinsik
Imbalan dalam bentuk intrinsik yang tidak berbentuk fisik dan hanya dapat dirasakan berupa kelangsungan pekerjaan, jenjang karir yang jelas, kondisi lingkungan kerja, pekerjaan yang menarik, dan lain-lain.
B. kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah bentuk perasaan dan ekspresi seseorang ketika dia mampu/tidak mampu memenuhi harapan dari proses kerja dan kinerjanya. Timbul dari proses transformasi emosi dan pikiran dirinya yang melahirkan sikap atau nilai terhadap sesuatu yang dikerjakan dan diperolehnya. Coba saja kita lihat di dalam lingkungan kerja. Bisa jadi ditemukan beragam ekspresi karyawan. Ada yang murah senyum dan tertawa, ada yang suka mengeluh, ada yang akrab dengan sesama mitra kerja, ada yang senang mengisolasi diri, dan bahkan ada yang terbiasa berekspresi emosional marah-marah atau kurang bersahabat dengan lingkungan kerja. Salah satu faktor penyebab semua itu adalah perbedaan derajat kepuasan kerja. Semakin tinggi derajat kepuasan kerja semakin bersahabat sang karyawan dengan lingkungan kerja. Dengan kata lain dia memeroleh nilai pengakuan dari lingkungan kerja. Namun dalam prakteknya derajat tentang kepuasan kerja di antara karyawan sangat berkait dengan beberapa faktor yakni (1) sudut pandang tentang bekerja, (2) pandangan tentang makna kepuasan, (3) karakteristik seseorang, (4) jenis pekerjaan, dan (5) lingkungan kerja .
         Sudut pandang tentang  bekerja umumnya sama yakni sebagai sumber mencari nafkah untuk kehidupan. Selain itu ada juga yang menganggap bekerja itu adalah ibadah, aktualisasi diri, dan hoby. Itu adalah pandangan positif yang berkait dengan kepuasan kerja. Dari sisi negatif ada yang menganggap bekerja itu adalah beban dan ancaman kebebasan pribadi. Tentu saja menurut pandangan ini bekerja sering tidak menyebabkan kepuasan kerja. Bahkan dalam teori motivasi dari Douglas McGregor, golongan ini termasuk teori X yakni sifat orang yang pada dasarnya malas kerja. Kepuasan kerja yang diperoleh kelompok karyawan ini adalah kalau mereka tidak bekerja keras dan tidak bertanggung jawab namun maunya mendapat kompensasi tinggi.
         Faktor lain yang berhubungan dengan kepuasan kerja adalah pandangan tentang makna kepuasan. Kepuasan dianggap sebagai sesuatu yang ukurannya relatif. Dua orang akan memiliki kepuasan kerja yang berbeda walaupun mengerjakan sesuatu yang sama dengan kinerja yang sama pula. Secara bathin kedua orang itu bisa saja memiliki kepuasan yang berbeda karena memiliki sudut pandang yang berbeda. Perbedaan sudut pandang biasanya searah dengan perbedaan tingkat strata sosial ekonomi seseorang. Sementara itu karakteristik tiap indvidu karyawan misalnya status dalam pekerjaan, pengalaman kerja, dan gender bisa jadi memiliki derajad kepuasan kerja yang berbeda. Seseorang dengan posisi manajer cenderung akan memiliki kepuasan kerja yang lebih besar ketimbang subordinasinya. Begitu pula semakin berpengalaman kerja seseorang semakin tinggi kepuasan kerjanya.
         Kepuasan kerja seseorang juga berhubungan dengan jenis pekerjaan yang dipunyainya. Jenis-jenis pekerjaan yang menantang sangat disukai oleh mereka yang memiliki posisi top manajemen. Sementara mereka yang bekerja di tingkat operator atau staf sudah cukup puas kalau bekerja sesuai dengan prosedur operasi standar. Hal ini berkait dengan otoritas pengambilan keputusan yang dimiliki seseorang karyawan (manajemen dan non-manajemen). Sementara itu aspek lingkungan kerja seperti kepemimpinan,kompensasi dan pengembangan karir pun berhubungan erat dengan kepuasan kerja karyawan. Semakin nyaman kondisi lingkungan kerja cenderung semakin tinggi derajat kepuasan kerja karyawan. Dan ini merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan motivasi kerjanya.


  • Riset terdahulu


Nurus sjamsi (2008) “pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja, motivasi dan kinerja perusahaan”. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui kekuatan pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja, motivasi, dan kinerja perusahaan. hasil penelitan terhadap variabel kepuasan kerja : meningkatnya kompensasi pemimpin perusahaan meningkatkan kepuasan kerja pemimpin tersebut denga bobot regresi (γ11=0,351) pada probabilitas (p)=0,003 adalah pengaruh positif dan signifikan. Dengan demikian, diakui bahwa kompensasi dalam bentuk gaji, tunjangan-tunjangan yang diberikan kepada direksi yang dimaknai cukup memadai, dapat memngaruhi peningkatan kepuasan kerja ekstrinsik yakni perasaan terlibat dalam  pekerjaan, serta kepuasan intrisik yakni kesempatan pengembangan karier melalui jabatan. Bahwa meningkatnya upah/gaji dan tunjangan-tunjangan yang diterima, meningkatkan kepuasan terhadap keterlibatan dala pekerjaan sebagi tanggung jawab pemimpin dan harapan karir dlam pekerjaan. Keterlibatan  dalam pekerjaan lebih kuat memengaruhi kepuasan yang dirasakan oleh individu pada level pemimpin perusahaan. Dari temuan penelitian ini juga terbukti bahwa kepuasan kerja tidaklah semata mata bersifat finansial

  • Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah

  1. Kompensasi dalam bentuk gaji, tunjangan-tunjangan yang diberikan yang dimaknai cukup memadai, dapat mempengaruhi peningkatan kepuasan kerja pada pegawai
  2. Ada pengaruh korelasi positif antara kompensasi dengan kepuasan kerja

sumber:

NAMA   : ANNAS LUKY. A
NPM      : 14209267
KELAS  :  3EA11

Rabu, 12 Oktober 2011

Prilaku konsumen, segmentsi pasar, dan pengambilan keputusan

BAB I
Pendahuluan
Perilaku konsumen
            Perilaku Konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Swastha dkk., 1997).
            Perilaku konsumen mempelajari di mana, dalam kondisi macam apa, dan bagaimana kebiasaan seseorang membeli produk tertentu dengan merk tertentu. Kesemuanya ini sangat membantu manajer pemasaran di dalam menyusun kebijaksanaan pemasaran perusahaan. Proses pengambilan keputusan pembelian suatu barang atau jasa akan melibatkan berbagai pihak, sesuai dengan peran masing-masing. Peran yang dilakukan tersebut adalah: (1) Initiator, adalah individu yang mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu; (2) Influencer, adalah individu yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak; (3) Decider, adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli, bagaimana membelinya; (4) Buyer, adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya; (5) User, yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang melakukan pembelian terhadap suatu produk. Manajemen perlu mempelajari faktor-faktor tersebut agar program pemasarannya dapat lebih berhasil. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor ekonomi, psikologis, sosiologis dan antropologis.
Alasan mengapa seseorang membeli produk tertentu atau alasan mengapa membeli pada penjual tertentu akan merupakan faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam menentukan desain produk, harga, saluran distribusi, dan program promosi yang efektif, serta beberapa aspek lain dari program pemasaran perusahaan.
Adapun beberapa teori perilaku konsumen adalah sebagai berikut:            (1) Teori Ekonomi Mikro. Teori ini beranggapan bahwa setiap konsumen akan berusaha memperoleh kepuasan maksimal. Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih besar dengan marginal utility yang diturunkan dari pengeluaran yang sama untuk beberapa produk yang lain; (2) Teori Psikologis. Teori ini mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Bidang psikologis ini sangat kompleks dalam menganalisa perilaku konsumen, karena proses mental tidak dapat diamati secara langsung; (3) Teori Antropologis. Teori ini juga menekankan perilaku pembelian dari suatu kelompok masyarakat yang ruang lingkupnya sangat luas, seperti kebudayaan, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen
mengikutkan pikiran dan perasaan yang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).
Segmentasi pasar
Segmentasi pasar adalah Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Penetapan target pasar adalah Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki. Penempatan posisi adalah Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing.
Tingkatan segmentasi pasar:
Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.
Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.
Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah cirri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.
Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.
-          Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local --- kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.
-          Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang  ( market of one marketing ).

Mensegmentasi Pasar Konsumen

-          Segmentasi Geografis, membagi pasar menjadi unit-unit geografis yang berbeda-beda seperti negara, wilayah negara bagian, kabupaten, kota atau pemukiman.
-          Segmentasi Demografis, Upaya membagi pasar menjadi sejumlah kelompok berdasarkan variable-variabel seperti usia, gender, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, pendapatan, pekerjaann, pendidikan, agama, ras dan kebangsaan.
-          Segmentasi Psikografis, Upaya membagi pembeli menjadi kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas social, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.
-          Segmentasi Perilaku, Upaya membagi suatu pasar kesejumlah kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pengunaan atau tanggapan konsumen terhadap suatu produk. 

Persyaratan supaya Segmentasi Efektif.
-          Terukur
-          Dapat dijangkau
-          Substansial
-          Dapat dibedakan
-          Dapat dilakukan tindakan tertentu.
PENETAPAN TARGET PASAR ( PASAR SASARAN )

Pasar Sasaran

Sepwerangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.
1. Mengevaluasi Segmen Pasar
-          Ukuran dan pertumbuhan segmen.
-          Daya tarik structural segmen.
-          Tujuan dan sumber daya perusahaan..              
2. Memilih Segmen Pasar.
-          Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).
      Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.
-          Pemasaran yang terdiferensiasi.
      Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.
-          Pemasaran terkonsentrasi.
      Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.
3. Memilih strategi Peliput Pasar.
-          Sumber daya yang dimiliki perusahaan.
-          Tahapan produk dalam daur hidup.
-          Homogenitas Pasar.
-          Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.

PENEMPATAN ( POSISIONING ) GUNA MENDAPATKAN
KEUNGGULAN BERSAING.
Posisi Produk
Merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing.
Keunggulan Bersaing
Keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.
Memilih Strategi Penempatan Produk ( Posisioning )
-          Mengidentifikasikan keunggulan bersaing yang mungkin.
-          Memilih Keunggulan pasaing yang tepat.
-          Mengkomunikasikan dan menyampaikan Posisi yang telah dipilih.

Pengambilan keputusan
Keputusan merupakan suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.
Empat model keputusan dari seorang individu :
1.      Economic man
2.      Passive man
3.      Cognitive man
4.      Emotional man


Tiga tipe pengambilan keputusan konsumen :
1.      Extensive problem solving (pemecahan masalah yang diperluas)
2.      Limited problem solving (pemecahan masalah yang terbatas)
3.      Routinized response behavior (pemecahan masalah rutin)
Langkah – langka pengambilan keputusan konsumen :
1.      Pengenalan kebutuhan
2.      pencarian informasi
3.      evaluasi alternatif
4.      menentukan alternatif pilihan
5.      menentukan pilihan produk






BAB II
Pembahasan
contoh kasus prilaku konsumen:
Banyaknya remaja yang menggunakan blackberry (BB). Merupakan salah satu contoh betapa konsumtifnya remaja pada zaman sekarang. BB yang tadinya hanya digunakan oleh orang-orang dewasa dan bekerja, sekarang digunakan oleh remaja bahkan anak-anak pun menggunakan BB karena mengikuti tren zaman dan juga untuk terlihat keren di kalangan teman-temanya. Hal ini di pengaruhi juga dengan harga BB yang semakin murah dan para produsen pun menjadikan remaja yang konsumtif sebagai mangsa pasar terbesarnya.
Contoh kasus segmentasi :
SEGA, sebuah perusahaan komputer mainan memiliki visi untuk menjaga kesetiaan segmen pasarnya dengan selalu mengunggulkan teknologi terbarunya. SEGA memperluas jangkauan pasarnya dengan meningkatkan citra produknya dan membidik segmen generasi dewasa serta menawarkan permainan-permainan terbarunya pada semua tingkat segmen. Segmen pasar SEGA adalah umur 10-18. Ketika produk SEGA mencapai tahap kedewasaan dan menghadapi tantangan dari pesaingnya, keunggulan teknologi dan variasi permainan ditingkatkan untuk mempertahankan kesetiaan pelanggannya.

Contoh kasus proses pengambilan keputusan oleh konsumen:
Ada seorang mahasiswa yang ingin  membeli laptop baru guna mendukung perkuliahannya. Ketika dalam proses negosiasi pembelian, muncul seorang pelayan yang juga kasir di toko laptop itu untuk melayani mahasiswa tersebut, ketika mahasiswa tersebut dihadapkan dengan dua pilihan apakah ingin membeli laptop bermerk X atau laptop bermerek Y. setelah mahasiswa itu memutuskan untuk bertanya kepada playannya, jelas si pelayan akan menyarankan si mahasiswa untuk membeli laptop dengan kualitas yang baik dan terjamin dari kedua pilihan laptop yang ada. Dari sini kita bisa melihat bahwa si pelayan dalam contoh kasus ini bertindak sebagai influencer, karena dia mampu mempengaruhi atau mendorong mahasiswa untuk menentukan pilihan yang akan diambilnya.






BAB III
penutup
Prilaku konsumen
Remaja adalah kelompok konsumtif yang paling besar bahkan melebihi dari orang yang sudah berpenghasilan. Ini disebabkan oleh adanya perasaan optimis dalam kehidupan financial mereka dan oleh sikap permisif dari orang tua terhadap anak-anaknya untuk mengkonsumsi atau menggunakan barang – barang yang belum wajib digunakan pada usia mereka. Faktor pendidikan dan pengetahuan juga mempengaruhi sikap orang tua terhadap anak.
Karena hal tersebut para produsen seringkali menjadikan  remaja menjadi target promosi untuk produknya, karena remaja memiliki potensi yang cukup besar untuk mengkonsumsi barang-barang tersebut (remaja dianggap sebagai potensi pasar terbesar, sehingga sering kali dijadikan target yang diincar oleh produsen)
Segmentasi pasar
Segmentasi pasar merupakan salah satu strategi pemasaran yang sangat penting dalam memasarkan suatu produk. Dengan adanya segmentasi pasar ini maka konsumen akan dapat menyesuaikan produk tersebut seusai dengan kemampuan konsumen tersebut. Segmentasi pasar layak dilaksanakan untuk mengembangka suatu produk ke semua lapisan konsumen.

Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan sangat berperan bagi konsumen dalam memilih suatu produk sesuai dengan kebutuhan. Pengambilan keputusan dapat di sebabkan dari si pemberi pengaruh dan bisa juga di sebabkan dari pemberi gagasan. Dalam memasarkan suatu produk alangkah baiknya mereka memaksimalkan pelayan toko yang cakap dalam memasarkan suatu produk, sehingga produk-produk akan dapat terjual sesuai dengan kebutuhan konsumen.


Daftar pusaka


Minggu, 09 Oktober 2011

Membuat Jurnal (tugas minggu ke-3)

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

  • Latar belakang masalah

Fenomena
Salah satu aspek yang dapat membentuk kepuasan kerja karyawan adalah aspek kompensasi. Oleh karena itu seringkali jalan yang ditempuh departemen personalia untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi dan kepuasan kerja adalah melalui peningkatan kepuasan di bidang kompensasi. Memberikan kepuasan kerja bagi karyawan adalah kewajiban setiap pemimpin perusahaan, karena kepuasan kerja merupakan faktor yang diyakini dapat mendorong dan mempengaruhi semangat kerja karyawan agar karyawan dapat bekerja dengan baik dan secara langsung akan mempengaruhi prestasi karyawan.
Riset terdahulu
Ada banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Cara yang paling banyak diterapkan untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan adalah dengan memberikan upah dan gaji yang cukup dan layak dengan memperhatikan aspek kemanusiaan dan keadilan. Selain itu juga perlu memberikan kesempatan karyawan untuk maju sehingga dengan demikian karyawan akan mendapatkan kepuasan tersendiri dalam bekerja. Semangat kerja timbul jika karyawan mempunyai keinginan untuk maju dan berkembang.
Motivasi penelitian
Berdasarkan fenomena dan riset terdahulu maka penelitian tentang pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan merupakan faktor utama penelitian ini.
  
  • Perumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah untuk penelitian ini adalah bagaimanakah hubungan pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan?
  • Masalah

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan
  • Tujuan

Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai yaitu :

  1. untuk mengetahui hubungan pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan
  2. untuk menganalisi salahs satu variabel kompensasi yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan   kerja karyawan

Sumber :

NAMA : ANNAS LUKY. A
NPM    : 14209267
KELAS: 3EA11

Tugas ini diberikan oleh Bapak Prihantoro